Sabtu, 09 Juli 2011

IKAPI Minta Sediakan Buku Yang Berkualitas

Perwakilan IKAPI dan Koordinator Acara Pesta Bedah Buku Cecep Abdul Fatah di Jakarta, Senin, mengatakan saat ini dibutuhkan upaya agar penerbit mampu menyediakan buku yang berkualitas dan terjangkau oleh pembeli dengan dukungan dari pemerintah.

“Harapannya pemerintah mampu memberikan dukungan terhadap penerbit yang tergabung dalam IKAPI,” ujarnya.

Ia menginginkan langkah nyata yang dilakukan pemerintah adalah dengan mensubsidi produk buku mulai dengan memberikan subsidi harga kertas, tinta, dan alat pendukung produksinya.

“Sehingga dengan adanya subsidi harga tadi, penerbit ketika menetapkan harga buku tidak menjadi mahal dan terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya

Ia menambahkan, di tengah ketergantungan terhadap pemakaian teknologi, pemerintah tidak perlu takut untuk memberikan dukungan terhadap penyediaan buku karena buku tidak akan pernah lekang dimakan waktu.

Buku memiliki sifat yang berbeda dengan produk-produk lain yaitu tidak memiliki batas kadaluarsa.

“Misal buku yang sudah menjadi `barang lama` di Jakarta, akan menjadi buku baru di daerah karena daerah masih mengalami kesulitan untuk mengadakan buku-buku bagus,” ujarnya.

Salah seorang pemerhati buku dan pendiri kelompok AgroMedia Hikmat Kurnia mengatakan pemerintah belum memberikan dukungan terhadap penyediaan buku dan menyayangkan Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 yang membuat usaha penerbitan buku pelajaran menjadi dalam posisi yang sulit.

“Yang membuat usaha itu menjadi sulit adalah penerbit hanya diposisikan sebagai lembaga yang bertugas menggandakan buku yang hak ciptanya dimiliki pemerintah,” ujarnya dalam siaran pers mengenai Pesta Buku Jakarta 2009.

Menurut dia, pemerintah menganggap kebijakan “Buku Sekolah Elektronik” (BSE) adalah langkah yang mumpuni untuk pengadaan harga buku secara murah tapi tidak memperhatikan dampaknya terhadap 25 persen anggota penerbitan buku sekolah yang berada di Jakarta.

Selain itu, kendala yang dihadapi oleh usaha penerbitan buku adalah masalah pembajakan buku yang belum tuntas penyelesaiannya.

Bagian Pemasaran Penerbit Republika Arif Budiman, mengatakan pemerintah seharusnya memperhatikan usaha penerbitan buku dengan melindungi dari tindakan pembajakan buku.

“Pembajakan bisa menjadi salah satu faktor yang membuat penjualan buku menurun,” ujarnya.

Menurut dia, paling tidak ada tiga pihak yang dirugikan oleh pembajakan buku, yaitu penulis tidak mendapatkan royalti, penerbit mengalami penurunan penjualan, dan negara tidak memperoleh pajak secara maksimal.

Manfaat Internet Sebagai Sarana Pendidikan

Internet khususnya video tidak hanya digunakan sekedar media senang-senang, tetapi perlu dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan yang jauh lebih bermanfaat

Hal itu dikatakan Koordinator Kemitraan dan Promosi Pengunaan Media di Indonesia, Nova Ruth.

“Karena itu, perlu menyadarkan masyarakat akan manfaat internet tersebut sebagai sarana pendidikan,” katanya pada workshop yang bertajuk “Engage Media Video Online Distribuion” di Bandung, Sabtu.

Dalam workshop yang difasilitatori oleh Video Maker Malaysia, Fahmi Reza menekankan pada video compresion, publising and video promoting. Selain itu disampaikan juga “sharing culture dan creative common licenses” karena bahaya penyalah gunaan dan pembajakan.

“Banyak orang pelaku industri kreativ video online tidak memikirkan distribusi dan pengamanannya,” ujar Nova

Dari workshop itu peserta dapat meng”upload” karyanya di Engage Media (penguna media) dan jika dengan izin pembuatnya semua orang dapat mengakses dengan “download.”

Workshop itu hanya salah satu elemen dari Engage Media untuk membentuk satu komunitas yang kuat. Disamping itu ada “server” yang mampu menampung beribu-ribu video sebagai bentuk sosialisasi di Yogyakarta dan Jakarta.

Sampai saat ini Engage media merupakan server yang berdiri atas kerja sama independen Indonesia dan Australia.

“Komunitas ini sudah besar namun belum kuat. Kita berharap dari situs ini ada sebuah pengerak dari para pembuat video sebagai kekuatan yang bisa digunakan lebih positif,” kata Nova.

Ditambahkannya, Bandung menjadi pilihan kedua setelah Jakarta dalam pelaksanaan workshop ini lalu kemudian Bali. Sebelumnya telah di laksanakan di Malaysia dan Singapura.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDP) online tahun Ajaran 2011/2012 Sepi Peminat

Hari pertama pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk tahun ajaran 2011/2012 di Kota Bekasi, Jumat (1/7) masih rendah peminat. Jumlah pendaftar yang mendatangi sejumlah sekolah negeri tak sebanyak pelaksanaan PPDB online tahun sebelumnya.

Di SMA Negeri 12, Kranji, Kota Bekasi, jumlah pendaftar di hari pertama belum mencapai 100 orang. Orangtua yang hendak mendaftarkan anaknya sudah mengantre sejak sekitar pukul 07.00. Hanya puluhan orangtua calon siswa yang terlihat saat pendaftaran dibuka sekitar pukul 08.00.

Berhubung hari Jumat, pendaftaran ditutup hingga pukul 11.30. Petugas meminta orangtua calon siswa yang belum sempat mengisi dan menyerahkan formulir untuk kembali lagi esok hari. “Sampai jam istirahat ini, baru 98 orang yang mendaftar. Pendaftaran ditutup sementara, dilanjutkan besok pagi. Hari Sabtu pendaftaran tetap dibuka, kecuali hari Minggu,” ungkap Ermiyanti, Sekretaris Panita PPDB Online SMAN 12, kemarin.

Tahun ajaran 2011/2012, SMA Negeri 12 menerima sembilan rombongan belajar dengan masing-masing rombongan belajar terdiri dari 44 siswa. Namun kursi yang diperebutkan dalam PPDB online berbasis Ujian Nasional (UN) untuk calon siswa dari dalam kota hanya 277 kursi, sementara siswa dari luar kota 20 kursi. Selebihnya, 20 kursi diperuntukkan bagi siswa yang menempuh jalur bina prestasi dan, 79 kursi lainnya lewat jalur bina lingkungan.

Menurut Ermiyanti, masih banyak orangtua calon siswa yang belum paham benar tentang syarat-syarat dan alur proses pendaftaran. Banyak juga terjadi kesalahan pengisian formulir. “Di SKHUN itu urutan nilainya kan dari bahasa Indonesia, bahasa inggris, terus matematika. Di formulir pendaftaran urutannya nggak sesuai urutan SKHUN, dari bahasa Indonesia, matematika, baru bahasa Inggris,” tuturnya.

Kondisi tak jauh beda juga terjadi di SMA Negeri 2 Kota Bekasi. Ketua Panitia PPDB SMAN 2 Kota Bekasi, Marudi mengatakan jumlah pendaftar hari pertama jauh lebih rendah dibanding tahun lalu. Dia memperkirakan, lonjakan jumlah pendaftar akan terjadi menjelang akhir tenggat pendaftaran. “Sekarang ini baru 200-an pendaftar, tahun lalu bisa sampai 500-an orang untuk hari pertama saja,” tuturnya, kemarin.

Dia menduga, rendahnya jumlah pendaftar PPDB online di hari pertama itu juga dipengaruhi keputusan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi yang hanya membolehkan pendaftar memilih satu sekolah negeri saja untuk PPDB online tahun ajaran 2011/2012 ini. “Mungkin orangtua siswa juga masih pantau-pantau dulu berapa batasan nilai terendahnya,” imbuhnya.
Kabid Bina Program Disdik Kota Bekasi Ali Fauzi, beberapa waktu lalu mengatakan, jika calon siswa tak diterima di sekolah negeri yang dipilihnya, maka otomatis siswa tersebut tidak lagi diperbolehkan memilih sekolah negeri lainnya. “Siswa yang tidak diterima di sekolah negeri pilihannya, harus bersiap ke sekolah swasta. Karena itu sebaiknya calon siswa mempertimbangkan dengan matang sekolah negeri mana yang akan dituju,” ujarnya.

PPDB online tahun ini, kata dia, akan berlangsung pada 1-6 Juli 2011 dan diikuti 40 SMP Negeri, 18 SMA Negeri serta 9 SMK Negeri. Hasil seleksi online itu akan diumumkan serentak 11 Juli 2011. Ada pun hasil sementara pendaftaran di tiap-tiap sekolah bisa dipantau melalui situs www.bekasi.siap-ppdb.